Hi,,, tak terasa lagi waktu berlalu begitu cepat, hari raya Kuningan telah terlampaui lagi. Kuningan 30 Agustus 2008 memberi kesan yang sangat luar biasa, betapa tidak kuningan ini memberikan pengalamanku di hadang orang dengan sebilah golok dan pistol!
Scare!
Siang itu aku berniat kerumah temen di daerah Patemon, tepatnya daerah perbatasan desa Patemon dan Ringdikit (Kecamatan Seririt, Buleleng-Bali) kira-kira pukul 11.00 wita setelah melewati tanjakan dan jalan yang kecil tiba-tiba sesosok orang terlentang di Jalan…
Pooh! orang itu bangkit dengan sebilah golok ditangan dan pistol di pinggang, dan menyuruhku berhenti.. “Hey aku mau ikut!” kata orang itu sambil mengacungkan golok, weh…. gawat pikirku! daerah sepi, ga ada rumah, orang lewatpun ga ada. aku hanya terdiam.
Kemudian dia bertanya “dari mana gus?” aku jawab dari Seririt. Tenag gus, tolong antar saya, ntar saya bayar. tapi kalo nggak tak bunuh kau!
weleh! tragis banget pikirku.. aku jawab “iya pak, tapi saya cepet2″. Eh kamu! kubunuh kau! ancamnya.
aku jawab lagi “OK pak” namun ketika ku pikir2, kayaknya berbahaya kalo bonceng orang dengan membawa senjata tajam. Tanpa berpikir lama lagi aku tancap gas dan meninggalkan dia. heheheh
“puihhhhhh” aku lega namun aku pikir pistolnya… bayangkan kalo ditarik pelatuknya dan mengarah ke aku, mungkin aku berucap “good bye my world..” dasar…
Setelahnya aku telpon temenku “Bos aku dihadang di daerahmu, gimana ini…?? Namun dia jawab sambil ketawa “Bos jangan dihiraukan… itu orang ga waras alias kena gangguan jiwa!”
dalam hati bercampur tawa dan malu plus jengkel, pikirku apanya yang lucu, kalo dia ga waras it’s ok aja. tapi GOLOK nya itu yang tak ku habis pikir, apalagi disana daerah rawan konflik, dan adu masa. Terang aja jantungku seperti “orkestra” berdetak sangat kencangnya
Setelah sampai rumah temen, ternyata mereka tertawa… mereka bilang “sudah biasa bos”, pikirku cuman mereka aja yang biasa, aku nggak, bayangkan aja, daerah itu asing dan baru pertama tak lewati plus bukan daerah yang maen-maen.. GILA! hehhe
mereka menambahkan kalo dia ga waras dan suka mengancam orang yang asing, dengan pistol “mainan” weleeeehhhhh……… tapi bahayanya dia bawa golok… sungguh bagiku ini adalah pengalamanku yang mengseankan…
Dalam hati mungkin ini pembelajaran bagiku untuk lebih tenang dan dapat menguasai diri menghadapi ancaman yang paling tragis sekalipun. Oh thanks God, aku harus lebih berani, dan percaya diri, aku harus melatih mental untuk menghadapi yang demikian! aku harus siap! menghadapi segala risiko di jalan! Aku harus tumbuh dengan jiwa yang besar dan berani! Thanks God. Tiada pengalaman yang tidak bisa kita maknai dengan hal-hal yang positif…
Thx
Jun berkata
Jeg lawan Pak Tut. Kungfu aggon wakaka…..