Gitanjali, Syair 13 | Rabindranath Tagore

Kidung yang telah kugubah belum pernah disenandungkan

hingga hari ini.

Aku telah menghabiskan hari-hariku memasang dan melepaskan

dawai-dawai alat musikku.

Waktu belum juga datang, syair belum lagi terakit;

hanya ada hasrat yang pilu di hatiku.

Kelopak-kelopak belum lagi merekah;

hanya angin terdengar mendesah.

Aku belum melihat wajahnya, juga belum mendengar suaranya;

hanya langkah-langkah gagah terdengar melintas di jalan depan rumahku.

Hari yang panjang kulewatkan untuk membentangkan tempat duduknya di atas lantai; tetapi lentera belum dinyalakan

dan aku tak dapat memintanya masuk ke rumahku.

Aku hidup dalam harapan bertemu dengannya;

namun pertemuan belum terjadi.

Perihal Rahtut
aku secara fisik dilahirkan dibumi ini pada 30 Juni 1984... aku ingin selalu berusaha untuk menemukan "AKU"... Menyadari "AKU"... Mungkin terdengar terlalu EGOIS, namun apa dan siapakah yang tidak AKU?? aku berusaha untuk tidak percaya apa itu BAIK dan apa itu BURUK, apa itu KIRI dan apa itu KANAN... karena dalam "AKU" tidak ada KANAN atau KIRI, BAIK atau BURUK.... tapi "aku" belum menemukan dan menyadari sang "AKU"... aku masih berjalan dan berkelana mencari kekasih sejatiku sang "AKU"

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.