Arsip untuk Renungan

Keterikatan

Orang bahagia setelah keinginannya tercapai, orang bahagia karena memiliki apa yang diinginkan, orang bahagia karena materi… Namun seketika kebahagiaan lenyap saat semua yang mereka miliki hilang. Mereka menangis dan sedih.. Kenapa?

Dimanakah letak kebahagiaan itu? aku mencari dan mencari….

Aku ingin bahagia selamanya… tak peduli ada atau tiada, susah atau mudah, hitam atau putih, benar atau salah.. dimanakah aku mendapatkannya?

Dalam pencarianku yang panjang… membuatku lelah dan terjatuh…
dalam kelelahan dan pasrah, aku mendengar bisikan, entah dari mana… yang jelas dia berusaha mengingatkan ku…. “aku disini” bisiknya

Aku bertanya dimana?
dia menjawab “didalam hatimu”

siapa kamu? tanyaku
dia menjawab “aku kebahagiaan”

“Kebahagiaan, bagaimana caraku mendapatkanmu?”

kebahagiaan menjawab “ketika engkau tiada mengikatkan diri pada hal-hal baik, buruk, suka, duka
selalu  berterimakasih atas apa yang kau terima, penuh senyum, cinta, bersyukur dan tetap menjalankan kewajibanmu dengan sukacita saat itulah aku muncul dan bersamamu..
Kini saatnya engkau kembali, sudah lama engkau berusaha keluar dariku untuk mencariku, engkau tiada sadar teman aku ada di hatimu, engkau selalu merasa aku meninggalkanmu, ketahuilah bahwa aku selalu bersamamu, kembalilah ke hatimu”

Aku tersadar… ternyata aku terlalu mengikatkan diri pada hal-hal yang tidak seharusnya.. terimakasih kepada semua…

Semoga pemkiran yan baik meliputi alam semesta raya..

I Wish Love come from heart to universe..

Komentar (3)

RENUNGAN

Ketika  duduk dalam keheningan dan kesendirian, terbesit dalam benak pertanyaan2 yang sungguh sulit untuk dipecahkan…

Suka-Duka, Hidup-Mati, Baik-Buruk, Benar-Salah?? Bisakah kita terlepas darinya???

Apa itu suka, duka, baik, buruk, benar atau salah??

Adakah definisi yang pas? absolut dan universal?

Kebenaran begitu luas dan tak terbatas, tak bisa kita lukiskan apalagi untuk membatasinya (definisi). Lalu apa yang orang bicarakan/perdebatkan tentang kebenaran??

Pemikiran manusia yang terbatas hendak memikirkan yang tak terbatas, ya.. begitulah faktanya. Kita berusaha untuk memberikan batasan2 mengenai kebenaran dengan cara mencari titik acuan, dan titik acuan itu sudah tentu berbeda satu sama lainnya. Namun kita berusaha untuk memaksakan kehendak bahwa titik acuan kitalah yang benar, kemudian timbul perdebatan dan akhirnya perselidihan..

Apakah demikian yang dinamakan kebenaran?

Sungguh aneh dan lucu, apakah layak kebenaran dijadikan dalih untuk berperang???

JIka kebenaran yang sering diperdebatkan benar2 mendatangkan keharmonisan dan kedamaian apakah demikian keadaannya?? Dimanakah keharmonisan itu?? Dimanakah kedamaian itu??

Lama ku berfikir, bertanya dan bertanya… Kemanakah mencari kebenaran, kedamaian,keharmonisan dan kebahagiaan yang kekal?? Aku bosan dengan dalih kebenaran-kebenaran diluar yang sarat akan kepentingan peribadi dan malah justru sering terlihat arogan serta akrab dengan kekerasan dan perselisihan…

“Cinta kasih adalah kekuatan hidup.. dan hati nurani adalah dasarnya”

Namun kemanakah Konsep CINTA KASIH? Dimanakah konsep HATI NURANI?

Terkadang kita melupakannya… Jika Cinta Kasih memang bersumber dari hati nurani, dimanakah hati nurani itu berada?? Bukankah dia ada dalam diri kita?

Kita selalu mencari kebenaran keluar berjalan keluar jauh dan jauh dari Hati Nurani dengan sejuta harap akan menemukan kebenaran, kedamaian, keharmonisan dan kebahagiaan. Jika nurani ada didalam mengapa mencari keluar???

Be inspired…

Tinggalkan sebuah Komentar

Perjalanan Kedalam

Saat Aku duduk bersama kedua saudaraku

Aku berinama dia kesedihan dan kebahagiaan

Mereka berdua adalah adik kembarku….

Aku tenangkan diri setelah lama menyayangi kebahagiaan dan membenci kesedihan

Akhirnya aku berterimakasih kepada adik kesedihan

Sekarang aku baru menyadari bahwa dia selalu mengingatkan ku untuk tidak terikat pada apapun, saat aku mengikatkan diri pada apapun baik secara materi maupun non materi, adik kesedihan selalu datang, mengganggu …..

Tapi setelah aku pahami maksdunya ….

Kedamaian abadi datang dari dalam dan akan menemani selamanya

Tidak khawatir lagi pada saat sedih dan tidak lagi mengharapkan kebahagiaan

Semuanya sama aku menyayangi kedua saudaraku tadi

Kesedihan dan kebahagiaan terimakasih

Telah mengajarkan dan mengantarkan ku kepada jati diriku sendiri…..

Aku menyadari… Aku bukanlah tubuh, bukan seonggok materi yang tidak kekal…

Baik, buruk, suka duka bukanlah berasal dari luar-ku semua berasal dari-ku…

So ham, so ham, so ham…

Om Shanti, Shanti, shanti..

Lokha Samastha Sukino Bhavantu…

Tinggalkan sebuah Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Komentar (1)